Mahasiswa Informatika · Universitas Bhayangkara Jakarta RayaInformatics Student · Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Saya bekerja di persimpangan antara kebutuhan bisnis dan kemampuan teknis. Setiap proyek dimulai dari menggali kebutuhan pengguna secara langsung, merancang dokumentasi yang actionable, hingga memastikan solusi yang dibangun benar-benar menjawab akar masalah.I operate at the intersection of business requirements and technical capability. Every project starts with firsthand user research, moves through actionable documentation, and ends only when the solution genuinely solves the root problem.
Halo, saya Tian — mahasiswa Informatika semester akhir di Universitas Bhayangkara Jakarta Raya yang sudah terlibat langsung dalam beberapa proyek IT, mulai dari sistem untuk instansi pemerintah hingga klien swasta.
Hi, I'm Tian — a final-semester Informatics student at Universitas Bhayangkara Jakarta Raya with hands-on experience across multiple IT projects, ranging from government agencies to private-sector clients.
Saya tidak pernah memulai proyek dengan langsung membuka laptop. Setiap pekerjaan selalu diawali dengan mendengarkan dan bertanya — wawancara dengan pengguna akhir, observasi proses yang sedang berjalan, dan identifikasi di mana akar masalah yang sesungguhnya berada.
I never start a project by opening a laptop. Every engagement begins with listening and questioning — interviewing end users, observing existing workflows, and pinpointing where the real problem actually sits.
Dari situ, saya menyusun BRD, use case diagram, dan flowchart yang menjadi jembatan antara ekspektasi bisnis dan kemampuan teknis tim developer.
From there, I build BRDs, use case diagrams, and flowcharts that bridge business expectations with what the development team can realistically deliver.
Karena memiliki latar belakang teknis sebagai fullstack developer, saya mampu berbicara dalam dua bahasa sekaligus — bahasa pengguna ketika berhadapan dengan klien, dan bahasa teknis ketika berkoordinasi dengan developer — tanpa perlu perantara.
With a fullstack developer background, I can speak two languages simultaneously — the language of the user when facing clients, and the language of code when coordinating with developers — no translator needed.
Dibuktikan melalui sertifikasi IBM Build an AI Agent (Mei 2026) dan eksplorasi penggunaan AI dalam otomatisasi alur kerja bisnis.
Backed by IBM Build an AI Agent certification (May 2026) and hands-on exploration of AI-driven business workflow automation.
Sedang mencari Junior IT Business Analyst? Atau ingin berdiskusi soal proyek dan analisis kebutuhan? Saya terbuka untuk keduanya.Looking for a Junior IT Business Analyst? Or want to discuss a project and requirements analysis? I'm open to both.